membuat video

Video  —  Posted: February 13, 2014 in Uncategorized

PROGRAM VB 1

Posted: March 6, 2013 in Uncategorized

Gambar

 

 

Private Sub BATAL_Click()

NPM.SetFocus

NPM = “”

NAMA = “”

ALAMAT = “”

End Sub

 

Private Sub KELUAR_Click()

ANLOAD Me

End Sub

 

Private Sub LAGI_Click()

NPM.SetFocus

NPM = “”

NAMA = “”

ALAMAT = “”

End Sub

 

Private Sub NAMA_KeyPress(KeyAscii As Integer)

If KeyAscii = 13 Then

ALAMAT.SetFocus

End If

End Sub

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID – Meski penampilannya seperti lelaki, tetapi perilaku Pardi lebih banyak mengarah pada perilaku perempuan. Dugaan sementara hal ini disebabkan karena Pardi memiliki kelainan di kelaminnya.

Meski dianggap orangtuanya sebagai lelaki, namun bocah 17 tahun anak ketiga pasangan suami istri, Sidi (46) dan Lamini (39) ini, tetap lebih banyak berperilaku dan melaksanakan kegiatan layaknya perempuan pada umumnya. Bahkan tidak banyak menunjukkan perilaku kelaki-lakiannya.

Oleh karena itulah, bocah malang yang mengalami keterlambatan pertumbuhan ini, kerap dianggap dan dicap warga di kampungnya memiliki kelamin ganda. Akan tetapi, orangtua tidak menganggapnya memiliki kelamin ganda. Hanya saja, kelamin (penis) Pardi hanya memiliki panjang 1 sentimeter tanpa dilengkapi 2 indung telur layaknya lelaki pada umumnya dan sesusianya.

“Saya memang ingin memiliki anak laki-laki karena anak pertama dan kedua saya perempuan. Lahirlah Pardi ini dengan penis 1 sentimeter sampai sekarang tetap saya anggap laki-laki meski perilakunya lebih banyak seperti ibunya (perempuan),” terang Sidi kepada Surya, Selasa (5/3/2013).

Lebih jauh Sidi mengungkapkan jika sejak lahir itu, penis anaknya tak dilengkapi 2 indung telur layaknya lelaki pada umumnya. Bahkan hingga usianya 10 tahun masih sering sakit-sakitan di bagian perutnya setiap sebulan sekali.

Beruntung, sekarang keluhan itu sudah tak pernah dirasakan anak ketiganya itu. Akan tetapi, karena sakit-sakitan hampir selama 10 tahun serta seringkali panas dan kejang itu membuat pertumbuhan anaknya tidak normal seperti orang pada umumnya. Meski usianya 17 tahun, masih terlihat seperti anak berusia 6 sampai 7 tahun.

Selain itu, juga tidak bisa berbicara lancar, terkecuali hanya mengucapkan kata Bapak dan Mak (ibu) serta makan.

“Tetapi, kalau uang mengerti. Karena sering diminta ibunya belanja jika kurang kembaliannya mengerti. Sampai sekarang suka membantu ibunya terutama memasak dan mencuci,” ungkap bapak 5 anak ini di rumahnya yang sederhana.

Disamping itu, Pardi mengaku sudah sejak lama ingin mengoperasikan anaknya agar menjadi lelaki sejati. Akan tetapi, terhalang biaya.

“Jangankan operasi, untuk makan anak-anak saja saya bekerja apa adanya termasuk ibunya. Makanya anak-anak saya paling tinggi lulus SMP,” ucapnya.

Kendati demikian, Sidi berharap ada bantuan agar anaknya Pardi yang lahir 22 Desember 1995 itu mendapatkan bantuan operasi untuk menentukan dan menormalkan jenis kelaminnya agar menjadi laki-laki. Namun, selama ini petugas yang datang ke rumahnya hanya sebatas mendata dan tidak ada tindak lanjutnya.

“Kalau memang ada bantuan operasi pemerintah saya menerimanya. Saya juga pegang kartu Jamkesmas, tetapi untuk yang baru belum mendapatkan kartunya,” pintahnya.

Jika bantuan itu datang, Sidi mengaku sangat bersyukur. Alasannya dengan operasi anak ketiganya itu, 5 anak jenis kelaminnya jelas, yakni 3 perempuan dan 2 laki-laki.

“Untung saya ada Sudiono (adik Pardi) yang sekarang sering membantu saya ke sawah dan ke hutan mencari kayu,” ungkapnya.

Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Kabupaten Madiun, Supriyadi memaparkan seharusnya petugas puskesmas terdekat mendatangi rumah Pardi untuk melihat dan mengecek kondisinya. Jika orangtuanya mengharapkan bantuan operasi harus segera dilaksanakan karena orangtua dengan 5 anak itu hidup dalam kondisi dibawah garis kemiskinan. Bahkan rumahnya masih terbuat dari kayu dan lantainya tanah.

“Kan keluarga ini memiliki Jamkesmas harusnya sejak dulu, ketika diperiksa puskesmas dan rumah sakit orangtuanya ditawari operasi kelamin agar jelas kelaminnya dan menjadi lelaki normal. Karena yang saya tahu selama ini dianggap warga berkelamin ganda. Itulah yang membuat perasaan Pardi seringkali minder,” tegasnya.

Semenatara, secara terpisah Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Madiun, Aries Noegroho meyakinkan dengan diagnosa kelainan kelamin itu bisa dilaksanakan asalkan di rumah sakit kelas A milik propinsi Jawa Timur jika mengandalkan kartu Jamkesmas.(*)

 

http://lampung.tribunnews.com/2013/03/05/dicap-warga-berkelamin-ganda-pardi-ingin-jadi-laki-laki

 

JAKARTA (Lampost.co): Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan kunjungan kerjanya ke Jerman akan menyepakati pembentukan forum tokoh yang beranggotakan tokoh-tokoh kedua negara di berbagai bidang untuk peningkatan kerja sama. “Saya juga akan bertemu dengan pengusaha terkemuka Jerman dan kukuhkan eminent person (tokoh terkemuka) untuk terus menjaga hubungan baik,” kata Presiden dalam keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Minggu (3-3), sebelum bertolak ke Berlin.

Menurut Presiden, sejumlah tokoh dari Indonesia yang akan masuk ke dalam forum tokoh kedua negara itu antara lain Fauzi Bowo dan Ilham Habibie. Selain itu Presiden juga akan didaulat menjadi penyelenggara bersama pameran pariwisata internasional di Berlin bersama-sama Kanselir Angela Merkel.

“Saya juga diundang sebagai co host (ketua bersama) pameran pariwisata internasional. Saya mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah bersama dan ini digunakan untuk sektor promosi,” kata Presiden.

Kepala Negara berharap melalui pameran itu Indonesia dapat meningkatkan sektor pariwisata hingga sebanding dengan Singapura, Thailand, dan China. Sejumlah menteri yang mendampingi Presiden antara lain Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Syamsuddin, Menteri Perindusterian MS Hidayat, dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. (ANT/L-1)

 

http://lampost.co/berita/ri-jerman-sepakat-bentuk-forum-tokoh

NUNUKAN (Lampost.co): Pertokoan dan sekolah di kawasan Lahad Datu, Negara Bagian Sabah, Malaysia, tutup sejak Jumat (1-3), menyusul aksi saling tembak antara kelompok bersenjata Filipina dengan aparat keamanan Malaysia. Maknur, warga Malaysia, Minggu (3-3), membenarkan lumpuhnya aktivitas perekonomian dan sekolah di sekitar Lahad Datu, Sabah, dua hari terakhir atau setelah bentrokan yang menyebabkan tewasnya dua anggota Polisi Komando Malaysia dan 12 orang dari kelompok bersenjata Filipina tersebut.

“Bandar (Kota) Lahad Datu sekarang ini jadi senyap karena pertokoan dan seluruh sekolah semuanya ditutup sejak Jumat, termasuk sekolah Indonesia,” katanya saat dihubungi dari Nunukan, Kalimantan Timur.

Ia menyebutkan, nyaris tidak ada lagi warga yang hilir mudik sebagaimana biasa, karena mereka memilih berdiam diri di rumah masing-masing. Bahkan, ujar Maknur, angkutan umum berupa taksi maupun bus yang biasanya setiap hari ramai melintas dari Tawau menuju Kota Kinabalu, juga tidak lagi terlihat sejak bentrokan tersebut.

Warga negara Indonesia (WNI) yang kebanyakan bekerja di pertokoan dan warung makan di Bandar Lahad Datu memilih tidak keluar rumah. “Balai (kantor) polisi pun di sini (Lahad Datu) ikut ditutup karena takut ada serangan dari kelompok bersenjata itu,” kata sopir taksi yang mengaku selama 20 hari terakhir tidak mengoperasikan lagi angkutannya ke Tawau akibat adanya kekacauan itu.

Menurut maknur, pada Sabtu (2-3) sekitar pukul 20.00 waktu setempat terjadi kembali saling tembak antara kelompok bersenjata dengan anggota kepolisian Sabah di daerah Sempurna. “Tadi malam ada lagi serangan dari kelompok bersenjata di Sempurna,” katanya. (ANT/MI/L-1)

 

http://lampost.co/berita/baku-tembak-aktivitas-ekonomi-lahad-datu-sabah-lumpuh

 

 

MOSKOW (Lampost.co): Jumlah orang yang tewas akibat keracunan karbon monoksida di satu tambang batubara di China utara naik menjadi 12 setelah seorang penambang yang hilang ditemukan tewas, kata kantor berita Xinhua.

Keracunan karbon monoksida di tambang batubara Aijiagou di Provinsi Hebei disebabkan oleh kebakaran yang berasal dari kipas angin pada Kamis malam. Tiga belas orang bekerja di dalam tambang itu pada saat terjadi kecelakaan. Para penyelamat melanjutkan pencarian mereka terhadap penambang terakhir yang hilang .

Industri pertambangan di China merupakan salah satu yang paling berbahaya di dunia karena standar keselamatan kerja yang buruk dan jadwal kerja yang terlalu intensif. Ratusan nyawa hilang setiap tahun dalam kecelakaan di tambang-tambang di negara ini. (ANT/L-4) foto: Tempo.co

 

http://lampost.co/berita/12-penambang-di-china-tewas-keracunan-karbon-monoksida

JAKARTA (Lampost.co): Sekitar 162 WNI pekerja ladang sawit di Lahad Datu-Sabah telah diungsikan di kawasan sekitar 6 km dari pusat konflik. Mereka akan berada di tempat pengungsian hingga situasi benar-benar aman dan kondusif. Demikian disampaikan Direktur Informasi dan Media Kemlu, PLE Priatna, hari ini Senin (4-3) menginformasikan situasi WNI pasca konflik di kawasan Lahad Datu-Sabah, Malaysia.

Ditambahkan Priatna, bentrok antara aparat keamanan Malaysia dengan kelompok bersenjata dari Kesultanan Sulu di Lahad Datu-Sabah, mengakibatkan WNI pekerja di ladang sawit diungsikan ke tempat lain. “Tercatat 162 pekerja di ladang sawit Sahabat 17 telah diungsikan ke kompleks Embara sekitar 6 km dari tempat kejadian,” tambahnya.

Sementara itu dari Sabah, hari ini Konjen RI di Kota Kinabalu, Soepeno Sahid memberikan konfirmasinya bahwa kondisi WNI pekerja dalam kondisi aman. KJRI, jelas Soepeno, terus memantau dan berkomunikasi dengan aparat setempat.

Diimbau pula agar WNI tidak membahayakan diri dan menjadi korban. Saat ini kapal-kapal tidak diperbolehkan merapat dan berlayar di dekat wilayah itu. “Para WNI ABK (anak buah kapal) sementara diliburkan,” kata Priatna. (MIN/L-2)

KETERANGAN FOTO:
Para pengikut mantan Sultan Sulu Jamalul Kiram III membentangkan poster berisi tuntutan ketika berunjuk rasa di depan Masjid Biru, Desa Maharlika, Kota Taguig, selatan Manila, Jumat (1-3). REUTERS